Laman

Selasa, 14 Juni 2011

Ketika anakmu ingin “merampok” waktumu

oleh : novan suhendra

Mungkin perlu kata merampok dibandingkan kata meminta, karena sebagai seorang ayah terkadang kita sering bersembunyi di balik alasan kerja sehingga kita jarang sekali berkumpul dengan anak kita. Merampok diperlukan bagi anak-anak yang ingin mengingatkan ayahnya bahwa mereka juga butuh belaian kasih sayang,  petunjuk dan bimbingan.
Pekerjaan memang terkadang memaksa” kita untuk berpaling dan jauh dari anak. Mulai dari berangkat pagi sampai pulang petang , mulai dari hari senin sampai hari minggu, mulai di luar kota sampai di luar negeri.

sedikit pandangan tentang pendidikan di Indonesia

oleh : novan suhendra

Entah apa yang ada dibenak para orang tua siswa yang anaknya masuk dalam kelompok para “pencontek massal”. Tidak habis pikir saya ketika melihat mereka beramai-ramai “mengeroyok dan menghakimi” sang pelapor. Dan yang makin membingungkan adalah mereka melakukan itu atas nama membela anaknya, entah anak atau perbuatannya yang dibela.
Betapa kita muak jika melihat para koruptor yang mencuri uang rakyat, betapa kita marah ketika melihat ada “permainan dari oknum” pada saat penerimaan masuk sekolah, betapa menjijikkan ketika kita merasa terzalimi karena kita tidak mendapatkan  hak-hak kita sebagai warga Negara. Bahkan kadang kita dengan mudahnya mengecam dan mencaci maki guru-guru yang “main tangan” dalam  mendidik siswanya.

Mendidik jiwa entrepreneurship


oleh : novan suhendra

Menjadi seorang pengelola bisnis atau wirausahawan atau entrepreneurship tidak bisa terjadi begitu saja, tetapi hal tersebut harus dimulai sejak kecil atau dari proses yang panjang. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Collin dan Moores (1964) dan Zaleznik (1976) yang mengatakan berkesimpulkan bahwa “The act of entrepreneurship is an act patterned after modes of coping with early childhood experience.” Pendapat ini diamini oleh kebanyakan guru leadership yang sepakat bahwa apa yang terjadi pada tahun-tahun pertama kehidupan kita akan membuat kita akan membuat perbedaan yang berarti dalam periode kehidupan berikutnya.
Oleh karena itulah, jika kita menginginkan anak kita kelak menjadi seorang entrepreneurship, maka menjadi sebuah keharusan bagi kita sebagai orang tua untuk bisa mendidik anak kita sejak kecil pendidikan-pendidikan tentang entrepreneurship. Kita bisa memberikan kepada mereka dorongan rasa ingin tahu, rasa ingin mencoba, daya kritis, daya inovatif dan kreatif, percaya diri, kedisiplinan, professional dan amanah. Semakin banyak ia mendapatkan pengalaman yang menarik sewaktu kecil maka semakin besar peluang baginya untuk tetap eksis dimasa dewasa.

Jumat, 10 Juni 2011

Antara Hard Skill dan Soft Skill

oleh : novan suhendra

Mengapa ?

Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga piawai dalam aspek soft skillnya. Dunia pendidikanpun mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill.


Adalah suatu realita bahwa pendidikan di Indonesia lebih memberikan porsi yang lebih besar untuk muatan hard skill, bahkan bisa dikatakan lebih berorientasi pada pembelajaran hard skill saja. Lalu seberapa besar semestinya muatan soft skill dalam kurikulum pendidikan?, kalau mengingat bahwa sebenarnya penentu kesuksesan seseorang itu lebih disebabkan oleh unsur soft skillnya.


Jika berkaca pada realita di atas, pendidikan soft skill tentu menjadi kebutuhan urgen dalam dunia pendidikan. Namun untuk mengubah kurikulum juga bukan hal yang mudah. Pendidik seharusnya memberikan muatan-muatan pendidikan soft skill pada proses pembelajarannya. Sayangnya, tidak semua pendidik mampu memahami dan menerapkannya. Lalu siapa yang harus melakukannya? Pentingnya penerapan pendidikan soft skill idealnya bukan saja hanya untuk anak didik saja, tetapi juga bagi pendidik.



10 TIPS MEMULAI BISNIS BARU


oleh : novan suhendra

Tidak mudah untuk memulai sebuah bisnis baru. Alih-alih langsung melakukan transaksi bisnis, seorang pemula biasanya terjebak dengan kesibukan-kesibukan yang justru menjauhkan dirinya untuk memulai kegiatan bisnis yang sebenarnya. Kalau hanya satu-dua-tiga hari sih masih untung.  Yang sering terjadi justru sampai mingguan atau bulanan tanpa melakukan riil bisnis. Anda bisa menyebut apa saja. Sibuk membuat kartu nama,sibuk memilih font atau logo perusahaan, atau sibuk memikirkan konsep bisnisnya yang adiluhung.

Memang benar untuk memulai sebuah bisnis butuh persiapan yang matang, atau seperti dikatakan Robert Spiegel, penulis buku The Shoestring Entrepreneur’s Guide to the Best Home-Based Businesses, bahwa mempersiapkan sebuah bisnis tak ubahnya menyerut ujung pensil. Aktivitas bisnis Anda tentu bukan hanya pada seruncing apa ujung pensil Anda, tapi bagaimana Anda menggunakan pensil yang runcing itu kesuksesan bisnis anda.
Kalau Anda sedang mengalami kondisi  seperti itu, ada 10 langkah menurut Robert Spiegel yang perlu Anda ingat dan lakukan :

Kamis, 09 Juni 2011

excel 2003 vs excel 2007

Banyak pertanyaan diajukan kepada saya mengenai Excel 2007.

"Apakah saya harus upgrade ke Excel 2007?"
"Apa kelebihan Excel 2007 dibanding Excel 2003?"

"Apa sih bedanya Excel 2003 dan Excel 2007?"

"Kapan saya harus memutuskan untuk tidak upgrade ke Excel 2007?"




Di bawah ini saya akan memaparkan perbedaan mendasar Excel 2003 dan Excel 2007. Klasifikasi poin yang saya buat berdasarkan pengamatan sendiri, bukan mengacu pada standar tertentu.

1. Jumlah baris


Excel 2003 hanya menyediakan 65,536 baris, sedangkan Excel 2007 menyediakan 1,048,576 baris. Apakah ini sebuah kelebihan Excel 2007? Belum tentu! Ini tergantung pekerjaan Anda, berapa banyak baris yang Anda butuhkan. Jangan berkata bahwa Anda selalu berurusan dengan file database dengan jumlah baris sangat banyak. Jika ingin membuat database, gunakan Microsoft Access yang menyediakan banyak baris, bukan Microsoft Excel.

XL-mania - Komunitas Microsoft Excel: malu bertanya, kerja manual!

XL-mania - Komunitas Microsoft Excel: malu bertanya, kerja manual!

Rabu, 08 Juni 2011

Mau pilih yang mana

oleh : novan suhendra
Menjadi pengusaha adalah sebuah pilihan yang sulit. Teramat sulit ketika kita berasal dari keluarga yang masuk dalam kategori menengah ke bawah. Entah mengapa hal itu bisa terjadi, namun satu yang pasti, lingkungan yang membentuk pemikiran tentang hal tersebut. 
Mari kita lihat sejenak pikiran-pikiran dari sebagian orang tentang berwiraswasta, ada yang menganggap masa depannya gak jelas, gak bergengsi, buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya hanya jadi pedagang, enakan jadi orang kantoran, lebih enak lagi jadi PNS. Bisakah kita menentang pendapat tersebut, sulit sekali. Ketika kita memberikan contoh para pengusaha yang sukses, apa jawaban dari mereka. Kemungkinan besar kita semua bisa menebak jawabannya, yaitu karena mereka berasal dari keluarga kaya, karena itu sudah takdir mereka dan alasan-alasan lain yang intinya mereka tidak mendukung kita untuk berwiraswasta. Padahal ketika kita memilih menjadi wiraswastawan, maka kita akan mempunyai waktu yang fleksibel, banyak teman, hidup penuh tantangan dan juga kita bisa menikmati hidup kita karena kitalah yang memegang kunci kesuksesan kita. Ketika kita rajin dan ulet maka insya Allah usaha kita sukses, begitu pula sebaliknya.

Partner

oleh : novan suhendra

Ketika kita sedang merintis usaha atau sedang bergelut sebagai wiraswastawan, maka sesungguhnya kita perlu partner. Apa itu partner, bagi saya partner adalah sesorang atau lembaga yang bisa membantu kita menjadi lebih sukses, yang bisa mengingatkan kita ketika kita salah, yang menasehati kita ketika kita lengah, yang memotivasi kita ketika kita sedang lemah, yang bisa menggantikan kita ketika kita sedang berhalangan (sakit dan lain-lain).
Jika kita memakai logika sederhana maka kita butuh partner karena ketika kita punya 1000 pelanggan dan partner kita juga mempunyai 1000 pelanggan maka jika digabungkan akan berjumlah 2000 plus. Ketika kita punya 100 ide dan partner kita punya 50 ide maka jika digabungkan akan berjumlah 150 plus. 

Nikmatilah semilir bebanmu


oleh : novan suhendra

Setiap manusia yang lahir kedunia ini pastilah akan merasakan beban. Ringan atau berat, hanya dirimulah yang bisa merasakannya. Jika keimanan kita mantap maka beban itu hanyalah bentuk kasih sayang dari Allah Ta’ala yang sangat mencintai hambaNya. Ia tidak ingin hambanya masuk kedalam golongan orang-orang yang tidak mensyukuri nikmatNya. Karena apapun yang Allah berikan kepada kita maka itu adalah nikmat yang sangat luar biasa. Dan sekali lagi tergantung bagaimana cara kita memandang dan menyikapinya.
Terkadang kita suka salah dalam meyikapi sesuatu yang terjadi pada kita. Kita selalu merasa bahwa kita benar sehingga kita bisa membuat hakimi kepada Allah sang Pencipta tentang nikmat-nikmat yang Ia berikan. Padahal apa yang menurut kita baik maka belum tentu baik menurut Allah Ta’ala, begitu pula sebaliknya apa-apa yang menurut kita buruk maka belum tentu buruk dimata Allah ta’ala. Cobalah memandang dengan sabar dan ikhlas serta memandang dari berbagai sudut agar kita bisa mengambil hikmah dengan benar.

Ada apa dengan aku dan adik-adikku


oleh : novan suhendra

Belum lama aku berbincang dengan adik-adikku yang baru saja akan meninggalkan bangku SMA. Campur aduk rasa yang ada didalam hatiku ketika melihat mereka. Perasaan senang karena mereka akan berpindah menuju satu lingkungan yang baru, namun rasa sedih ikut mewarnai karena ternyata mereka tidak siap jika harus menghadapi lingkungan tersebut.
Tahukah anda apa yang membuat saya sedih, dan mungkin andapun akan merasa seperti saya karena ternyata mereka tidak punya keahlian/skill yang akan digunakan untuk bekerja. Lingkungan yang keras dan kejam, lingkungan yang akan melindas mereka-mereka yang linglung dalam berjalan.
Siapa yang harus disalahkan dengan kejadian semacam ini, yang saya yakin tidak hanya menimpa adik-adikku di sini, tetapi juga adik-adikku diseluruh nusantara ini. Media sering mengatakan saat ini ada tsunami pengangguran, dan yang lebih parah lagi ternyata banyak sekali pengangguran terdidik alias mereka-mereka yang lulus S1 namun tidak mendapatkan kerja.