Laman

Tampilkan postingan dengan label sudut pandang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sudut pandang. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Juni 2011

Solusi berbisnis barang dengan modal minim

oleh : novan suhendra

Jika kita ingin berbisnis dengan menjadi pedagang yang bergerak dalam bidang produk barang, maka salah satu hambatan yang sering kita dengar adalah modal. Ketika kita hanya memiliki modal yang sedikit, namun kita harus membeli barang dengan kuantitas yang besar untuk dijadikan barang display dan juga stok. Hal ini terkadang terpaksa dilakukan dalam rangka meyakinkan orang lain bahwa kita bersungguh-sungguh ingin berbisnis.
Mari kita contohkan seperti ini. Kita ingin membuka warung dengan modal sebesar 2 juta, padahal jika warung kita kita ingin terlihat komplit, maka dibutuhkan barang-barang dengan nilai 20 juta. Lalu darimana uang 18 juta kekurangannya, disini kita seolah dipaksakan untuk mencari kekurangan tersebut, padahal kita belum tahu bagaimana proyeksi dari bisnis tersebut. Alhasil, hal inilah yang kemudian sering menghambat laju keinginan sebagian orang dalam berbisnis.

Mempercantik rumah

oleh : novan suhendra

Apakah anda sudah memiliki rumah, jika ya maka berbahagialah karena masih banyak orang-orang yang belum memiliki rumah. Jika melihat situasi dan kondisi saat ini, maka saya membagi fungsi rumah menjadi dua. Pertama, rumah sebagai tempat tinggal dan yang kedua, rumah sebagai investasi masa depan.
Namun sayangnya, dari kedua fungsi tersebut, hampir sebagian pemiliknya tidak terlalu memperhatikan kondisi rumah tersebut, baik tampilan depan maupun isi rumah tersebut. Alhasil akhirnya menimbulkan kesan yang kotor, kusam dan tidak terawat. Dilihat dari definisinya, mempercantik adalah membuat barang yang sudah bagus menjadi lebih bagus. Oleh karena itu, maka hanya diperlukan sedikit polesan atau renovasi, baik itu tampilan depan maupun isi rumah tersebut. Dan biasanya bagian yang cukup vital dari mempercantik rumah adalah tampilan depan dan kamar mandi (WC). Karena kedua bagian ini adalah pintu masuk menuju kenyamanan ketika kita tinggal di rumah tersebut.

Selasa, 14 Juni 2011

copy paste boleh aja, asal .....

oleh : novan suhendra

Ketika anda membuat blog, maka sudah selayaknya anda juga harus memikirkan bagaimana mengelolanya dan apa kategori blog yang akan anda kelola. Karena jika dilihat dari banyak blog yang sudah ada saat ini, kita dapat melihat jenis-jenis blog yang beraneka ragam. Mulai dari blog yang isinya hal-hal pribadi, blog untuk promosi (bisnis) sampai dengan blog yang lebih banyak “copy paste”. Intinya, anda harus mempunyai kemauan untuk mengarahkan isi blog anda.
Apapun isi blog anda sebenarnya sah-sah saja selama tidak menjurus kearah yang kejahatan dan pornografi, karena memang blog berfungsi sebagai salah satu media untuk berbicara, mengapresiasikan pemikiran kita sampai dengan mempromosikan bisnis yang kita miliki. Namun diperlukan kejujuran untuk mengelola blog tersebut, jika isi blog adalah pendapat pribadi maka tulisan itu harus jujur adanya tanpa ada kebohongan apalagi fitnah. Begitu pula jika blog tersebut berisi produk dagangan, baik barang maupun jasa.

PERPISAHAN

Oleh : novan suhendra
Betapa perpisahan begitu berarti dalam hidup kita karena ia adalah akhir dari sebuah tahapan dalam hidup. Ia adalah penutup dari semua tahapan yang telah kita jalani. Ia pasti akan datang dan kita tidak akan dapat menghindarinya karena ia adalah warna kehidupan. Ia ada karena semua diawali dengan perjumpaan.
Pernahkah kita mencoba merenungi arti sebuah perpisahan dengan hati yang bersih, jujur dan lapang. Betapa ia menyakitkan, menyayat hati, menghancurkan harapan, merusak akal pikiran dan menyisakan sebuah tragedi. Perpisahan yang selalu dibalut dengan ribuan alasan sehingga membuat kita semakin percaya bahwa ini adalah sebuah akhir dari segalanya.

Ketika anakmu ingin “merampok” waktumu

oleh : novan suhendra

Mungkin perlu kata merampok dibandingkan kata meminta, karena sebagai seorang ayah terkadang kita sering bersembunyi di balik alasan kerja sehingga kita jarang sekali berkumpul dengan anak kita. Merampok diperlukan bagi anak-anak yang ingin mengingatkan ayahnya bahwa mereka juga butuh belaian kasih sayang,  petunjuk dan bimbingan.
Pekerjaan memang terkadang memaksa” kita untuk berpaling dan jauh dari anak. Mulai dari berangkat pagi sampai pulang petang , mulai dari hari senin sampai hari minggu, mulai di luar kota sampai di luar negeri.

sedikit pandangan tentang pendidikan di Indonesia

oleh : novan suhendra

Entah apa yang ada dibenak para orang tua siswa yang anaknya masuk dalam kelompok para “pencontek massal”. Tidak habis pikir saya ketika melihat mereka beramai-ramai “mengeroyok dan menghakimi” sang pelapor. Dan yang makin membingungkan adalah mereka melakukan itu atas nama membela anaknya, entah anak atau perbuatannya yang dibela.
Betapa kita muak jika melihat para koruptor yang mencuri uang rakyat, betapa kita marah ketika melihat ada “permainan dari oknum” pada saat penerimaan masuk sekolah, betapa menjijikkan ketika kita merasa terzalimi karena kita tidak mendapatkan  hak-hak kita sebagai warga Negara. Bahkan kadang kita dengan mudahnya mengecam dan mencaci maki guru-guru yang “main tangan” dalam  mendidik siswanya.

Rabu, 08 Juni 2011

Ada apa dengan aku dan adik-adikku


oleh : novan suhendra

Belum lama aku berbincang dengan adik-adikku yang baru saja akan meninggalkan bangku SMA. Campur aduk rasa yang ada didalam hatiku ketika melihat mereka. Perasaan senang karena mereka akan berpindah menuju satu lingkungan yang baru, namun rasa sedih ikut mewarnai karena ternyata mereka tidak siap jika harus menghadapi lingkungan tersebut.
Tahukah anda apa yang membuat saya sedih, dan mungkin andapun akan merasa seperti saya karena ternyata mereka tidak punya keahlian/skill yang akan digunakan untuk bekerja. Lingkungan yang keras dan kejam, lingkungan yang akan melindas mereka-mereka yang linglung dalam berjalan.
Siapa yang harus disalahkan dengan kejadian semacam ini, yang saya yakin tidak hanya menimpa adik-adikku di sini, tetapi juga adik-adikku diseluruh nusantara ini. Media sering mengatakan saat ini ada tsunami pengangguran, dan yang lebih parah lagi ternyata banyak sekali pengangguran terdidik alias mereka-mereka yang lulus S1 namun tidak mendapatkan kerja.

Rumah berkarakter


oleh : novan suhendra

Saat ini di Indonesia semakin banyak masyarakat yang membangun rumah dengan konsep rumah minimalis. Sehingga dimanapun ada bangunan, entah itu rumah tinggal, ruko, rukan atau yang lainnya mempunyai konsep minimalis. Konsep yang mempunyai kesan sederhana,praktis dan elegan. Dan hal tersebut sudah menular dari masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah sampai tinggi, mulai dari pedesaan sampai dengan perkotaan.
Menurut saya, hal itu sah-sah saja karena saat ini konsep tersebut sedang booming, namun sayangnya mereka-mereka yang membangun dengan konsep tersebut tidak tahu apa dan mengapa mereka memilih konsep tersebut.