Laman

Kamis, 16 Juni 2011

Merekonstruksi diri anda

oleh : novan suhendra

Apa yang anda inginkan dari pandangan orang lain tentang diri anda, maka andalah yang harus membentuknya sejak saat ini. Saya teringat beberapa orang yang mempunyai brand (merk) bagi diri mereka, sehingga ketika banyak orang berbicara tentang satu hal maka pembicaraannya akan mengarah ke mereka. Ada Helmy Yahya sang raja kuis, ada Pak Hermawan dan Tung Desem Waringin yang terkenal sebagai raja marketing, Mario Teguh sang Motivator dan masih banyak lagi yang lainnya.
Dari mana kita harus memulai untuk bisa seperti mereka, punya brand yang dikenal luas oleh masyarakat. Banyak yang harus kita lakukan agar bisa seperti mereka walaupun mungkin kita tidak akan pernah bisa seperti mereka yang menjadi orang besar, namun janganlah berkecil hati karena paling tidak ketika kita berkumpul dengan teman-teman kita maka kita akan mempunyai sesuatu yang unik yang menempel pada diri kita atau sering disebut brand atau merek.

anakku adalah salah satu guruku

oleh : novan suhendra

Usia anakku saat ini sekitar 1 tahun 4 bulan, usia yang masuk dalam kategori batita. Banyak orang bilang pada usia segitu, anak lagi lucu-lucunya. Sedang asyik-asyiknya berjalan kesana kesini, mencoba hal-hal baru, belajar bicara dan hal-hal lain yang membuat kita tersenyum bangga melihatnya
Kita semua telah melewati tahapan ini, walaupun kita tidak ingat dan tidak tahu apa yang kita lakukan pada saat itu. Namun saya yakin bahwa hampir semua bayi melakukan hal yang tidak jauh berbeda pada usia yang sama.
Sesungguhnya, jika kita mau jujur kepada diri kita, maka kita akan belajar kembali kepada anak kita. Mereka adalah guru kita walaupun mereka tidak pernah menyediakan waktu khusus untuk mengajari kita. Cobalah perhatikan dengan cermat dan seksama kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Mulai dari menangis ketika lahir sampai kemudian bisa berbicara. Terlalu banyak yang mereka ajarkan, namun saya hanya akan mencoba mengambil satu kegiatan anak saya yaitu berjalan.

Selasa, 14 Juni 2011

copy paste boleh aja, asal .....

oleh : novan suhendra

Ketika anda membuat blog, maka sudah selayaknya anda juga harus memikirkan bagaimana mengelolanya dan apa kategori blog yang akan anda kelola. Karena jika dilihat dari banyak blog yang sudah ada saat ini, kita dapat melihat jenis-jenis blog yang beraneka ragam. Mulai dari blog yang isinya hal-hal pribadi, blog untuk promosi (bisnis) sampai dengan blog yang lebih banyak “copy paste”. Intinya, anda harus mempunyai kemauan untuk mengarahkan isi blog anda.
Apapun isi blog anda sebenarnya sah-sah saja selama tidak menjurus kearah yang kejahatan dan pornografi, karena memang blog berfungsi sebagai salah satu media untuk berbicara, mengapresiasikan pemikiran kita sampai dengan mempromosikan bisnis yang kita miliki. Namun diperlukan kejujuran untuk mengelola blog tersebut, jika isi blog adalah pendapat pribadi maka tulisan itu harus jujur adanya tanpa ada kebohongan apalagi fitnah. Begitu pula jika blog tersebut berisi produk dagangan, baik barang maupun jasa.

PERPISAHAN

Oleh : novan suhendra
Betapa perpisahan begitu berarti dalam hidup kita karena ia adalah akhir dari sebuah tahapan dalam hidup. Ia adalah penutup dari semua tahapan yang telah kita jalani. Ia pasti akan datang dan kita tidak akan dapat menghindarinya karena ia adalah warna kehidupan. Ia ada karena semua diawali dengan perjumpaan.
Pernahkah kita mencoba merenungi arti sebuah perpisahan dengan hati yang bersih, jujur dan lapang. Betapa ia menyakitkan, menyayat hati, menghancurkan harapan, merusak akal pikiran dan menyisakan sebuah tragedi. Perpisahan yang selalu dibalut dengan ribuan alasan sehingga membuat kita semakin percaya bahwa ini adalah sebuah akhir dari segalanya.

Metode MegaSkills

oleh : novan suhendra

Setiap anak berhak mengetahui apa yang dibutuhkannya untuk meraih sukses. Namun saat ini, banyak anak yang kehilangan hak lahirnya tersebut. Banyak anak yang masuk ke ruang kelas tanpa tahu arti tanggung jawab, tidak benar-benar tahu arti kemauan yang kuat, serta apa sebenarnya yang dimaksud dengan cara berpikir logis.
Megaskills adalah ketrampilan-ketrampilan dasar super. Berbagai ketrampilan tersebut merupakan prasyarat agar kita dapat mempelajari berbagai macam hal lainnya.Megaskills dapat diajarkan dan dilatih pada anak-anak usia dini. Tetapi megaskills bukanlah sistem pendidikan di usia dini yang “melatih dan membunuh”. Megaskills mengajarkan kebiasaan, perilaku dan sikap yang diperlukan anak di awal-awal masa kehidupannya hingga dimasa sekolah dan setelah itu.  

Ketika anakmu ingin “merampok” waktumu

oleh : novan suhendra

Mungkin perlu kata merampok dibandingkan kata meminta, karena sebagai seorang ayah terkadang kita sering bersembunyi di balik alasan kerja sehingga kita jarang sekali berkumpul dengan anak kita. Merampok diperlukan bagi anak-anak yang ingin mengingatkan ayahnya bahwa mereka juga butuh belaian kasih sayang,  petunjuk dan bimbingan.
Pekerjaan memang terkadang memaksa” kita untuk berpaling dan jauh dari anak. Mulai dari berangkat pagi sampai pulang petang , mulai dari hari senin sampai hari minggu, mulai di luar kota sampai di luar negeri.

sedikit pandangan tentang pendidikan di Indonesia

oleh : novan suhendra

Entah apa yang ada dibenak para orang tua siswa yang anaknya masuk dalam kelompok para “pencontek massal”. Tidak habis pikir saya ketika melihat mereka beramai-ramai “mengeroyok dan menghakimi” sang pelapor. Dan yang makin membingungkan adalah mereka melakukan itu atas nama membela anaknya, entah anak atau perbuatannya yang dibela.
Betapa kita muak jika melihat para koruptor yang mencuri uang rakyat, betapa kita marah ketika melihat ada “permainan dari oknum” pada saat penerimaan masuk sekolah, betapa menjijikkan ketika kita merasa terzalimi karena kita tidak mendapatkan  hak-hak kita sebagai warga Negara. Bahkan kadang kita dengan mudahnya mengecam dan mencaci maki guru-guru yang “main tangan” dalam  mendidik siswanya.

Mendidik jiwa entrepreneurship


oleh : novan suhendra

Menjadi seorang pengelola bisnis atau wirausahawan atau entrepreneurship tidak bisa terjadi begitu saja, tetapi hal tersebut harus dimulai sejak kecil atau dari proses yang panjang. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Collin dan Moores (1964) dan Zaleznik (1976) yang mengatakan berkesimpulkan bahwa “The act of entrepreneurship is an act patterned after modes of coping with early childhood experience.” Pendapat ini diamini oleh kebanyakan guru leadership yang sepakat bahwa apa yang terjadi pada tahun-tahun pertama kehidupan kita akan membuat kita akan membuat perbedaan yang berarti dalam periode kehidupan berikutnya.
Oleh karena itulah, jika kita menginginkan anak kita kelak menjadi seorang entrepreneurship, maka menjadi sebuah keharusan bagi kita sebagai orang tua untuk bisa mendidik anak kita sejak kecil pendidikan-pendidikan tentang entrepreneurship. Kita bisa memberikan kepada mereka dorongan rasa ingin tahu, rasa ingin mencoba, daya kritis, daya inovatif dan kreatif, percaya diri, kedisiplinan, professional dan amanah. Semakin banyak ia mendapatkan pengalaman yang menarik sewaktu kecil maka semakin besar peluang baginya untuk tetap eksis dimasa dewasa.

Jumat, 10 Juni 2011

Antara Hard Skill dan Soft Skill

oleh : novan suhendra

Mengapa ?

Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga piawai dalam aspek soft skillnya. Dunia pendidikanpun mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill.


Adalah suatu realita bahwa pendidikan di Indonesia lebih memberikan porsi yang lebih besar untuk muatan hard skill, bahkan bisa dikatakan lebih berorientasi pada pembelajaran hard skill saja. Lalu seberapa besar semestinya muatan soft skill dalam kurikulum pendidikan?, kalau mengingat bahwa sebenarnya penentu kesuksesan seseorang itu lebih disebabkan oleh unsur soft skillnya.


Jika berkaca pada realita di atas, pendidikan soft skill tentu menjadi kebutuhan urgen dalam dunia pendidikan. Namun untuk mengubah kurikulum juga bukan hal yang mudah. Pendidik seharusnya memberikan muatan-muatan pendidikan soft skill pada proses pembelajarannya. Sayangnya, tidak semua pendidik mampu memahami dan menerapkannya. Lalu siapa yang harus melakukannya? Pentingnya penerapan pendidikan soft skill idealnya bukan saja hanya untuk anak didik saja, tetapi juga bagi pendidik.



10 TIPS MEMULAI BISNIS BARU


oleh : novan suhendra

Tidak mudah untuk memulai sebuah bisnis baru. Alih-alih langsung melakukan transaksi bisnis, seorang pemula biasanya terjebak dengan kesibukan-kesibukan yang justru menjauhkan dirinya untuk memulai kegiatan bisnis yang sebenarnya. Kalau hanya satu-dua-tiga hari sih masih untung.  Yang sering terjadi justru sampai mingguan atau bulanan tanpa melakukan riil bisnis. Anda bisa menyebut apa saja. Sibuk membuat kartu nama,sibuk memilih font atau logo perusahaan, atau sibuk memikirkan konsep bisnisnya yang adiluhung.

Memang benar untuk memulai sebuah bisnis butuh persiapan yang matang, atau seperti dikatakan Robert Spiegel, penulis buku The Shoestring Entrepreneur’s Guide to the Best Home-Based Businesses, bahwa mempersiapkan sebuah bisnis tak ubahnya menyerut ujung pensil. Aktivitas bisnis Anda tentu bukan hanya pada seruncing apa ujung pensil Anda, tapi bagaimana Anda menggunakan pensil yang runcing itu kesuksesan bisnis anda.
Kalau Anda sedang mengalami kondisi  seperti itu, ada 10 langkah menurut Robert Spiegel yang perlu Anda ingat dan lakukan :

Kamis, 09 Juni 2011

excel 2003 vs excel 2007

Banyak pertanyaan diajukan kepada saya mengenai Excel 2007.

"Apakah saya harus upgrade ke Excel 2007?"
"Apa kelebihan Excel 2007 dibanding Excel 2003?"

"Apa sih bedanya Excel 2003 dan Excel 2007?"

"Kapan saya harus memutuskan untuk tidak upgrade ke Excel 2007?"




Di bawah ini saya akan memaparkan perbedaan mendasar Excel 2003 dan Excel 2007. Klasifikasi poin yang saya buat berdasarkan pengamatan sendiri, bukan mengacu pada standar tertentu.

1. Jumlah baris


Excel 2003 hanya menyediakan 65,536 baris, sedangkan Excel 2007 menyediakan 1,048,576 baris. Apakah ini sebuah kelebihan Excel 2007? Belum tentu! Ini tergantung pekerjaan Anda, berapa banyak baris yang Anda butuhkan. Jangan berkata bahwa Anda selalu berurusan dengan file database dengan jumlah baris sangat banyak. Jika ingin membuat database, gunakan Microsoft Access yang menyediakan banyak baris, bukan Microsoft Excel.