Kamis, 09 Juni 2011
Rabu, 08 Juni 2011
Mau pilih yang mana
oleh : novan suhendra
Menjadi pengusaha adalah sebuah pilihan yang sulit. Teramat sulit ketika kita berasal dari keluarga yang masuk dalam kategori menengah ke bawah. Entah mengapa hal itu bisa terjadi, namun satu yang pasti, lingkungan yang membentuk pemikiran tentang hal tersebut.
Mari kita lihat sejenak pikiran-pikiran dari sebagian orang tentang berwiraswasta, ada yang menganggap masa depannya gak jelas, gak bergengsi, buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya hanya jadi pedagang, enakan jadi orang kantoran, lebih enak lagi jadi PNS. Bisakah kita menentang pendapat tersebut, sulit sekali. Ketika kita memberikan contoh para pengusaha yang sukses, apa jawaban dari mereka. Kemungkinan besar kita semua bisa menebak jawabannya, yaitu karena mereka berasal dari keluarga kaya, karena itu sudah takdir mereka dan alasan-alasan lain yang intinya mereka tidak mendukung kita untuk berwiraswasta. Padahal ketika kita memilih menjadi wiraswastawan, maka kita akan mempunyai waktu yang fleksibel, banyak teman, hidup penuh tantangan dan juga kita bisa menikmati hidup kita karena kitalah yang memegang kunci kesuksesan kita. Ketika kita rajin dan ulet maka insya Allah usaha kita sukses, begitu pula sebaliknya.
Partner
oleh : novan suhendra
Jika kita memakai logika sederhana maka kita butuh partner karena ketika kita punya 1000 pelanggan dan partner kita juga mempunyai 1000 pelanggan maka jika digabungkan akan berjumlah 2000 plus. Ketika kita punya 100 ide dan partner kita punya 50 ide maka jika digabungkan akan berjumlah 150 plus.
Nikmatilah semilir bebanmu
oleh : novan suhendra
Setiap manusia yang lahir kedunia ini pastilah akan merasakan beban. Ringan atau berat, hanya dirimulah yang bisa merasakannya. Jika keimanan kita mantap maka beban itu hanyalah bentuk kasih sayang dari Allah Ta’ala yang sangat mencintai hambaNya. Ia tidak ingin hambanya masuk kedalam golongan orang-orang yang tidak mensyukuri nikmatNya. Karena apapun yang Allah berikan kepada kita maka itu adalah nikmat yang sangat luar biasa. Dan sekali lagi tergantung bagaimana cara kita memandang dan menyikapinya.
Terkadang kita suka salah dalam meyikapi sesuatu yang terjadi pada kita. Kita selalu merasa bahwa kita benar sehingga kita bisa membuat hakimi kepada Allah sang Pencipta tentang nikmat-nikmat yang Ia berikan. Padahal apa yang menurut kita baik maka belum tentu baik menurut Allah Ta’ala, begitu pula sebaliknya apa-apa yang menurut kita buruk maka belum tentu buruk dimata Allah ta’ala. Cobalah memandang dengan sabar dan ikhlas serta memandang dari berbagai sudut agar kita bisa mengambil hikmah dengan benar.
Ada apa dengan aku dan adik-adikku
oleh : novan suhendra
Belum lama aku berbincang dengan adik-adikku yang baru saja akan meninggalkan bangku SMA. Campur aduk rasa yang ada didalam hatiku ketika melihat mereka. Perasaan senang karena mereka akan berpindah menuju satu lingkungan yang baru, namun rasa sedih ikut mewarnai karena ternyata mereka tidak siap jika harus menghadapi lingkungan tersebut.
Tahukah anda apa yang membuat saya sedih, dan mungkin andapun akan merasa seperti saya karena ternyata mereka tidak punya keahlian/skill yang akan digunakan untuk bekerja. Lingkungan yang keras dan kejam, lingkungan yang akan melindas mereka-mereka yang linglung dalam berjalan.
Siapa yang harus disalahkan dengan kejadian semacam ini, yang saya yakin tidak hanya menimpa adik-adikku di sini, tetapi juga adik-adikku diseluruh nusantara ini. Media sering mengatakan saat ini ada tsunami pengangguran, dan yang lebih parah lagi ternyata banyak sekali pengangguran terdidik alias mereka-mereka yang lulus S1 namun tidak mendapatkan kerja.
Siapa yang pantas jadi pahlawan
oleh : novan suhendra
Selama ini kita dicekoki pemahaman yang sedikit melemahkan kita tentang arti pahlawan. Sehingga akhirnya kita semuanya panjang angan dan mempunyai satu kesimpulan, ternyata menjadi pahlawan itu sulit.
Banyak sekali pahlawan yang kita ketahui dari guru-guru kita, mulai dari pahlawan bangsa, pahlawan revolusi, pahlawan tanpa tanda jasa, sampai pahlawan kesiangan.
Saya merasa bahwa sebenarnya kita semua adalah pahlawan. Pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi orang tua, pahlawan bagi anak, pahlawan bagi siapa saja yang merasa mendapatkan manfaat dari diri kita.
Berbuatlah !!! jangan cuma diam
oleh : novan suhendra
Pernahkah kita mendengarkan orang-orang yang berbicara “ini adalah skenario asing” atau ‘Ghozwul Fikri” atau juga “permainan tingkat tinggi” atau juga kata-kata lain yang bisa melemahkan semangat kita untuk merubah.
Kalimat-kalimat diatas memang ada kalanya benar, namun janganlah dijadikan alasan bagi kita untuk diam tak bergerak atau berdakwah. Mari kita coba berjalan di sore hari disekitar rumah kita pada hari sabtu ( malam minggu), betapa banyak sekali anak-anak dan juga remaja yang sudah bersiap-siap untuk “nongkrong”, kegiatan yang lebih banyak mengarah kepada kemaksiatan dan jauh dari kebaikan. Lalu apa yang kita lakukan ketika kita melihat hal tersebut didepan mata kita.
Rumah berkarakter
oleh : novan suhendra
Saat ini di Indonesia semakin banyak masyarakat yang membangun rumah dengan konsep rumah minimalis. Sehingga dimanapun ada bangunan, entah itu rumah tinggal, ruko, rukan atau yang lainnya mempunyai konsep minimalis. Konsep yang mempunyai kesan sederhana,praktis dan elegan. Dan hal tersebut sudah menular dari masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah sampai tinggi, mulai dari pedesaan sampai dengan perkotaan.
Menurut saya, hal itu sah-sah saja karena saat ini konsep tersebut sedang booming, namun sayangnya mereka-mereka yang membangun dengan konsep tersebut tidak tahu apa dan mengapa mereka memilih konsep tersebut.
Teknologi komputer
oleh : novan suhendra
Dunia sudah semakin jauh meninggalkan kita-kita yang gaptek (gagap teknologi). Hampir semua bidang kehidupan berhubungan dengan computer. Mulai dari pembuatan KTP sampai perencanaan pembuatan gedung, sehingga apabila kita tidak bisa menggunakan computer maka kemungkinan besar pekerjaan kita akan memasuki dunia “kasar”.
Disetiap perusahaan, hampir semuanya menggunakan computer, mulai dari program yang umum sampai dengan program yang memang dirancang khusus, dan disini saya akan lebih spesifik membahas tentang program computer yang umum atau biasa digunakan di perusahaan, yaitu :
IBU…
Ibu…
Maafkan anakmu
takkan kutulis tentang dirimu
takkan cukup kata
takkan cukup waktu
takkan cukup tenaga
takkan cukup airmata
takkan cukup satu nyawa
Jumat, 03 Juni 2011
Menuju Titik Cerah
oleh : novan suhendra
ayo jadi pengusaha...ayo jadi pengusaha...ayo jadi pengusaha...
motivasi lagi
butuh modal (uang)...uang...uang...
gak ada yang ngasih
ya udah, gak jadi pengusaha deh...
Tulisan ini mungkin banyak yang menyanggah, tapi tidak apa-apa karena kita semua berhak berargumen, yang penting gak main pukul-pukulan. tulisan ini dibuat karena berdasarkan pengalaman saya, dimana ketika banyak teman-teman saya yang memotivasi saya untuk keluar dari zona nyaman (pegawai) ke zona tantangan (pengusaha). "provokator" yang datang dari trainer-trainer yang mencoba memberikan kita semua alternatif hidup yang lebih baik dari saat ini dengan menjadi pengusaha.
Langganan:
Postingan (Atom)