oleh : novan suhendra
Ini kisah nyata…mungkin juga pernah terjadi di tempat lain, tapi jangan lupa ambil hikmahnya
Saya punya teman laki-laki (kakak kelas sewaktu SD) yang tinggal tidak jauh dari rumah saya. Dia salah satu orang yang memeluk agama Kristen di lingkungan rumahnya. Orangnya periang, ramah dan mudah bergaul.
Ada seseorang teman akrabnya yang bercerita kepada saya tentang dia. Dia, yang sedang merajut kasih dengan seorang wanita muslim. Hubungan yang rumit ketika terjadi di Indonesia, jadi wajar jika hubungan mereka putus nyambung putus nyambung. Akhirnya karena mereka ingin melanjutkan jenjang yang lebih serius (pernikahan) maka harus ada salah satu yang mengalah. Singkat cerita dia lah yang mengalah untuk masuk Islam. Dan sebagai salah satu bentuk kesungguhannya adalah dia pun sunat (khitan) tanpa diketahui keluarganya.
Beberapa pekan yang lalu dia mengalami sakit yang cukup parah, hingga ia pun akhirnya meninggal dunia. Dia pun dimakamkan dengan menggunakan ritual Kristen. Banyak sekali yang hadir untuk menjenguk jenazahnya, mungkin itu salah satu pertanda bahwa semasa hidupnya dia memang orang yang baik dan mudah bergaul. Kesedihan begitu terasa karena dia adalah anak sulung dan sangat disayang oleh orang tuanya, sampai orang tuanya berkata “gak apa-apa deh kalau loe masuk Islam, yang penting jangan mati”, tapi inilah takdir yang sudah terjadi. Kata-kata itu terlontar karena mungkin orang tuanya sudah memiliki firasat bahwa anak ini masuk Islam.
Hari pun terus berlalu, hingga beberapa hari yang lalu tiba-tiba kekasihnya berbicara dengan teman akrab dia. Bahwa sebenarnya dia sudah masuk Islam di Solo, namun mungkin karena takut dengan keluarga maka dia pun menyembunyikan keislamannya.Dia sempat sholat Jum’at di masjid daerah Halim (sepulangnya dari Solo) dan diapun makin memperdalam Islam dengan belajar sholat dari seorang guru yang tinggal tidak jauh dari rumahnya dan sekali lagi, dia pun menyembunyikannya. Namun Allah Ta’ala lebih sayang terhadap dia, dengan diberikan sakit dan kematian pada usia yang relative muda (sekitar 30 tahun).
Sebelum meninggal dia berpesan kepada kekasihnya agar memberitahukan keIslamannya kepada keluarganya. Namun karena ketakutan yang teramat sangat maka kekasihnya pun masih merahasiakannya. Dan Kini kekasihnya sudah mantap dan sedang mengatur hari untuk bertemu dan memberitahukan keluarganya tentang keIslaman dia. Membawa bukti-bukti keIslamannya, yang masih disembunyikan sampai suatu hari nanti dia akan menunjukkan pada keluarganya.
Terlambat kabar baik ini di beritahukan kepada teman akrabnya dan keluarganya karena prosesi pemakamannya menggunakan ritual Kristen. Dan semua tetangganya pun juga sudah mempunyai prasangka bahwa dia masih Kristen.
Teman-teman, inilah hidup yang penuh misteri.. Semoga kisah ini bisa menjadikan kita lebih bijak dalam menjalani hidup. Banyak hikmah yang kita bisa ambil dari cerita diatas dan salah satu hikmah yang saya ambil adalah jangan pernah menilai & menghakimi seseorang karena kamu tidak tahu apa -apa. Kamu tidak tahu isi hati orang tersebut, kamu tidak tahu perbuatan orang tersebut di belakangmu dan kamu tidak tahu apa yang pantas bagi orang tersebut. Biarlah Allah Ta’ala yang menilai & menghakimi orang tersebut karena memang hanya Allah Ta’ala yang pantas.